Publikasi Kegiatan Belajar dan Mengajar

Tugas 4-8B || Puisi Prismatis

                                                                   "Musuh Tapi Rindu"


Di sebuah gang sempit yang jarang dilewati manusia, tinggallah seekor kucing bernama Nona dan anjing bernama Bruno. Nona adalah kucing anggun berbulu putih abu, suka tidur di atap dan menatap langit sore. Sementara Bruno adalah anjing penjaga gudang tua yang selalu tampak galak, tapi hatinya selembut roti sobek.


Setiap kali Nona lewat di depan gudang, Bruno menggonggong. Bukan karena benci. Tapi karena dia gugup. Nona selalu membalas dengan dengusan manja dan lompatan elegan ke atas pagar, seolah berkata, “Coba kejar aku kalau bisa.”


Mereka seperti musuh. Tapi setiap malam, Bruno diam-diam menaruh sisa biskuitnya di dekat pot tanaman—tempat yang tahu-tahu kosong saat pagi. Nona juga kadang meninggalkan bulu-bulunya di karung tempat Bruno tidur, sebagai tanda bahwa dia datang diam-diam saat malam.


Suatu hari, hujan turun deras. Petir menggelegar. Nona yang biasanya pemberani, terjebak di bawah becak tua, ketakutan. Dan siapa yang datang membawa payung plastik bekas? Bruno.


Mereka tidak berkata apa-apa. Hanya duduk berdampingan, menikmati hujan yang dingin. Dua makhluk berbeda, tapi saling mengisi.


Sejak itu, gonggongan Bruno berubah nada. Lebih ramah. Dan Nona tak lagi hanya lewat—dia duduk sebentar, menggulung ekornya, menunggu Bruno tersenyum dari jauh.


Mereka tetap berpura-pura musuh di siang hari. Tapi diam-diam, mereka saling rindu.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Recent Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Cerita Inspiratif

.....

Arsip Blog

Flag Counter